Kumpulan Kata Bijak Tentang Move On
Move On

Kumpulan Kata Bijak Tentang Move On

Kumpulan Kata Bijak Tentang Move On - Dalam setiap hubungan cinta, pasti ada masa saat Melepaskan pacar yang tidak bisa kita miliki lagi, meskipun hati ini masih merindukannya. Dia telah meninggalkanmu? Menghancurkan semua hubungan yang telah dirajut? Bagaimana bisa? dan bagaimana masalah ini dapat diatasi?

Yah.. tentu Anda pasti merasa Disconnected dan pasti juga merasa patah hati, sedih atau kesal, dan kesepianpun menjadi hal pasti yang akan menjenguk, Tetapi pasti ada sesuatu yang bisa membuat Anda menyingkirkan hal-hal yang menyedihkan ini, cobalah untuk membuka diri kepada orang-orang yang percaya, yang mungkin bisa membantu menenangkan pikiran Anda.

Terkadang memang terasa sulit untuk dilupakan dan untuk pindah dari mantan?, terutama jika Anda sering baper (membawa perasaan). Nah, bagi Anda yang masih merasa kesal karena sulit berpindah dari masa lalu yang indah dan terus memikirkannya? Disini kami sajikan beberapa Kumpulan Kata Bijak Tentang Move On, semoga Bisa membantu anda

Kata-Kata Move On

Ada sebuah rasa yang sengaja kusimpan dalam diam. Ada rasa peduli yang dengan sengaja aku abaikan dalam diri dan semua itu aku lakukan dengan sengaja.

Ada yang terasa hilang saat engkau tak ada. Kenyamanan, kebahagiaan, dan semuanya terasa kurang. Namun, lagi-lagi aku harus merelakan semuanya.

Aku harus bangkit dari berbagai keterpurukan atas rasa ini. Semua adalah konsekuensi atas luka yang aku buat sendiri. Dan kini saatnya untuk membuka lembaran baru. Menjadikan diri sendiri sebagai sesuatu yang paling berharga untuk mendapatkan sesuatu yang terbaik di kemudian hari.

Aku melihat mendung di matamu, akan tetapi tangan ini diam dan tak mampu menghapus desakan lara yang tengah engkau rasakan saat ini. Langkahku pun ikut terdiam dalam ketidak berdayaan karena aku sadar, hatiku hanya sebuah hal yang sama sekali tak kau harapkan kehadirannya.

Aku memang terlalu dimabuk rindu yang tenggak di setiap waktu.

Aku mencintaimu sebagaimana kasih sayang petani yang dengan tenangnya meminta datangnya hujan supaya padinya tidak lagi merasa kehausan.

Awalnya, dia hadir sebagai mentari. Namun kini mentari tersebut justru menyiksa hari-hariku dengan sengatnya yang begitu menyayat. Engkau menghianati diri yang sangat tulus dan setia ini. Sedangkan engkau adalah satu-satunya dambaan diri.

Cinta ibarat bunga yang di dalamnya ada keindahan dan juga kesakitan. Indah karena wangi dan warna bunganya, kesakitan karena ada duri yang siap menusuk. Itulah cinta. Sebuah penderitaan yang dicari oleh semua manusia.

Cinta memang menjadi sebuah hal yang banyak dicari oleh manusia. Namun, cinta juga yang ternyata banyak memberi luka. Maka jangan pernah berani mencintai apabila engkau tidak siap untuk sakit hati. Sebagaimana aku dahulu yang tak pernah membayangkan akan sakit hati. Dan kini aku hanya bisa berdiam diri dengan semua rasa yang telah beku ini.

Cobalah untuk keluar, pejamkan kedua matamu barang sejenak, kemudian rasakan tetesan dari air hujan yang membasahimu. Sebanyak itulah aku yang saat ini merindukanmu.

Di sini, aku masih terdiam menunggumu dengan jiwa yang sepi disertai rindu yang terbendung sejak pertama engkau mengusik hati ini.

Engkau pergi di saat aku sangat yakin untuk tetap bersamamu. Engkau pergi saat aku merasa menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini. Namun, apalah daya bahwa intinya engkau sudah tak lagi di sisi diri ini. Dan hanya satu kata yang bisa dijalani, ikhlas akan semua yang terjadi.

Engkau pergi tanpa sepatah kata kepadaku. Menyisakan luka yang sangat mendalam di hati ini. Kenangan yang pernah ada pun tetap tertanam dalam diri. Dan berharap akan segera sembuh dan bangkit kembali.

Engkau terlihat sangat sempurna seperti bintang yang hadir di langit remang, cahayanya terpancar menebarkan pesona yang nampak sangat indah untuk dipandang. Namun sayang engkau tak lagi bisa kudapatkan. Bayangmu di udara pun melayang dengan bebasnya menembus ingatanku dan membuatku terus dan terus menginginkanmu. Doa pun tidak hentinya ku ucapkan semoga apa yang menjadi mimpi bisa menjadi nyata. Kemudian kita akan berpadu di dalam ketulusan rasa bersama.

Kabut mengepul dan tertinggal di secangkir kopi. Senyumanmu di malam tadi melebur menjadi kenangan yang sama sekali tak bisa kulupakan sembari aku meneguk kopinya perlahan.

Karena aku mengerti bagaimana rasanya lelah berjuang sendirian, tidak ada bahu yang nyaman untuk tempat bersandar, tidak ada tangan yang layak untuk digenggam. Hanya ada waktu yang siap untuk membantu melupakan dan melepaskan.

Membenci orang yang telah menyakiti hanya akan membuat hati terasa sempit dan semakin menderita. Jalan terbaiknya adalah dengan memaafkan.

Mencintaimu akan menjadi kenangan paling nyata dalam hidup ini. Walaupun cinta yang kupersembahkan harus berakhir dengan penghianatan, namun aku sangat bahagia karena sudah pernah memilikimu.

Mengapa engkau dulu mendekatiku, jika pada akhirnya hubungan kita berujung pilu. Tulusnya cintaku kau balas dengan penghiatan darimu. Itu membuat hidupku terasa amat perih. Dan kau sama sekali tak memikirkan posisiku.

Merelakan memang menjadi hal yang sangat berat dalam hidup ini. Namun itu akan membuatmu merasakan manisnya ikhlas dan berjuang. Yang nantinya akan berujung kebahagiaan diri. Kehilangan orang yang kita sayang memang membuat perih, namun akan lebih perih lagi jika kita tahu dia tidak mencintai kita sama sekali.

Pertemuan kita mungkin hanya di batas senja. Terdapat kontribusi di antara alam dan juga semesta yang memang tidak pernah aku duga akan tetapi itu menjadi sebab mengapa aku jatuh cinta.

Saat kita sama-sama merasa dipermainkan oleh yang namanya cinta, akan tiba saat dimana engkau menyadari bahwa ada seseorang yang sangat mencintaimu. Kini tak lagi ada di tempat dimana ia berpihak dan ia telah berlalu jauh dari tempat berdirimu.

Sebelum aku menamparku dengan menggunakan sepi, belajarlah terlebih dahulu untuk memeluk lukamu sendiri.

Terkadang kita memang harus merelakan sesuatu yang mungkin tidak diperuntukkan untuk kita. Dan yakinlah bahwa suatu saat akan mendapatkan yang terbaik.

Tidak ada yang lebih indah dari sebuah malam selain hadirnya dirimu bak bintang yang bersinar di langit malamku.

Untuk semua kedinginan, tolong jangan biarkan aku menggigil tanpa adanya hujan dan berilah aku kesempatan serta kepastikan jika ia masih ingin aku tetap bertahan dalam rasa yang mendalam.

Kata-Kata Move On dari Pacar

Aku masih berdiri di ujung sepi ini. Berharap engkau kembali menoleh walau sekedar untuk melambaikan tangan tanda perpisahan di antara kita. Namun ternyata engkau sudah tidak peduli barang sedikitpun. Dan aku hanya bisa berdiam hingga hari ini.

Aku masih terdiam, tertegun karena ternyata engkau tak sebaik yang kubayangkan. Aku telah menjadikanmu satu-satunya pemilik hati ini. Namun ternyata engkau justru menjadikanku sebagai orang yang kau duakan dengan yang lain.

Aku mungkin tak mampu mencarimu di tengah luasnya samudera, namun aku akan senantiasa menunggumu di tepi dermaga karena itu adalah satu-satunya jalan pulangmu.

Aku terdiam tanpa kata, melihat engkau bersama dia dan kau sisakan luka ini begitu saja. Sedangkan rasa yang ada masih belum binasa.

Aku tidak pernah menjanjikan apapun untuk kebahagiaan kita berdua. Namun aku berjanji bahwa kita akan selalu bersama dalam keadaan apapun. Namun ternyata engkau sama sekali tidak mengingat janji itu. Dan itu membuat hatiku sangat sakit. Hingga kini aku hanya bisa merelakan semuanya. Semua rasa, kenangan dan kebahagiaan tentang kita.

Begitu menjengkelkan, engkau tumbuh bersamaan dengan hujan dan akupun rela untuk basah kuyup hanya karenanya.

Berilah ruang dan waktu untukku agar aku bisa berfikir barang sedikit mengapa aku yang tulus ini selalu mendapat penghianatan.

Bila sayang katakanlah sayang, bila cinta katakanlah cinta. Jangan pernah mencoba untuk berpura-pura sebagaimana tak ada rasa namun di hati merasa sayang.

Dari sebuah rasa yang tak bersuara biarkan kata menjadi berkelana sehingga akan tercipta sebuah karya nan sempurna dan penuh dengan makna.

Di dunia ini memang tidak ada yang abadi. Termasuk juga cinta. Ia bisa datang dan pergi kapan saja. Orang yang siap mencintai juga harus siap untuk disakiti. Rela melepaskan saat ternyata seseorang itu bukanlah yang terbaik untuk kita.

Haruskah aku selalu bersikap sok bodoh untuk dapat membuat engkau tertawa? Ingatlah, aku juga manusia yang memiliki rasa lelah.

Jangan pernah memaksakan kehendak kepada orang yang dicintai. Tidak semua yang kita inginkan adalah yang terbaik. Pada intinya semua adalah proses belajar, termasuk untuk kedewasaan cinta.

Kehilanganmu memang menyisakan berjuta luka, namun semua yang telah terjadi adalah bagian dari perjalanan hidup yang harus diterima dan dijalani. Dan aku bahagia dengan semua yang pernah terjadi. Hanya butuh beberapa waktu untuk bisa bangkit kembali dari semua kekecewaan ini.

kenangan merupakan sebuah lagu ,alam yang secara tiba-tiba diputarkan oleh sebuah perasaan.

Ketika kita sedang dalam keadaan melangkah untuk saling mendekatkan diri sebagaimana kaki-kaki hujan yang berjalan dengan rintih dan juga butik mawar yang mekar.

Mencintai adalah sebuah komitmen. Jika pada kenyataanya engkau tidak bisa berkomitmen, aku hanya bisa menerima dan mencoba bangkit untuk mengobati sayatan luka ini.

Mengikhlaskan adalah hal yang amat sulit untuk dilakukan. Terlebih untuk orang yang benar-benar kita cintai. Namun, apalah daya jika semua telah berakhir pilu. Yang tersisa hanyalah tangisan penuh sendu.

Percuma berusaha peduli apabila selalu tak dihiraukan. Enggan lagi berharap lebih apabila yang kau beri hanyalah rasa iba.

Pesan untuk para kartini di masa kini, engkau tak pernah membuang waktu sia-sia. Lakukanlah hal-hal yang sederhana seperti menyediakan pensil dan juga selembar kertas. Dengan begitu engkau akan bisa menjadikan dunia ini jauh lebih terang dari sebelumnya.

Rindu begitu mengusik kau dan aku diam terpaku menunggu saat-saat bertemu.

Rindu ini memang curang, ia tak pernah berkurang, akan tetapi jangan pernah engkau ulang luka yang sudah usang dan hampir terlupakan.

Rintik hujan menemaniku malam ini. Menemani tangisan yang kau timbulkan. Saat engkau memilih untuk pergi dari hidupku dan aku di sini harus sendiri di sini meratapi semua yang terjadi.

Semua yang ada di dunia ini akan pergi. Termasuk orang yang kita sayangi. Entah dia pergi dari dunia ini, atau pergi karena memang berniat untuk pergi meninggalkan kita. Apapun alasan dia pergi, kamu harus siap kapanpun untuk mengikhlaskannya.

Senja di sore itu menjadi saksi akan adanya cinta kita yang telah kau akhiri. Walau sesungguhnya amat berat di hati ini. Namun aku harus bisa bangkit dari segala keterpurukan ini. Dan nantinya akan mendapat ganti seseorang yang tentunya lebih baik lagi.

Seringkali aku merasa kebingungan dengan yang namanya rindu, ia selalu saja mengusik jiwa dengan tak kenal waktu. Ia sudah membuat gaduh rasaku di pagi ini dan ingin segera aku tuntaskan dengan bertemu denganmu.

Sudah terlambat, suatu penyesalan tidak akan pernah berarti lagi saat waktu sudah terlanjur berlalu.

Terdapat harapan yang dilangitkan semoga ada rasa nyaman yang bukan hanya sekadar angan. Dan izinkanlah aku mendekap dirimu pada dinginnya malam untuk membuat rinduku padamu menjadi hangat.

Terkadang, kita akan dibingungkan oleh suatu sikap mereka yang mungkin suka mencari kesalahan dari orang lain lalu menertawakan hal itu seolah menjadi hal yang lucu. Sementara ia tidak menyadari bahwa dosa tidaklah selucu itu.

Kata-Kata Move On Sedih

Ada orang yang diam-diam mendapat luka karena melihatnya tertawa, namun bukan dia alasannya.

Ada pasangan yang salin diam, padahal di dalam hatinya ada kata rindu. Ada pasangan yang ingin memulai suatu pembicaraan, namun terlalu sibuk untuk menyembunyikan detak jantung masing-masing.

Aku bisa hidup tanpa bayangmu di setiap hariku. Namun tidak dengan kehilangan cintamu. Engkau amat berarti untuk hidupku.

Aku memutuskan untuk pergi dari kehidupanmu. Karena ini adalah yang terbaik bagiku. Tidak ada lagi yang bisa aku lakukan selain merelakan engkau bersama dengan pilihan orang tuamu. Semoga engkau bahagia bersamanya.

Apabila denganmu aku pernah tertawa dengan begitu lepas, maka saat ini akan sudah melepaskan engkau dengan sangat ikhlas. Sungguh yang hingga saat ini masih sulit aku terima adalah sebuah kenyataan bahwa ternyata selama ini aku hanya dijadikan pelampiasan semata.

Apabila tiap doa akan dikembalikan kepada kita, apa saat aku mendoakanmu engkau akan berbalik kembali kepadaku.

Bayanganmu tampak sangat nyata di sudut mata ini. Mungkinkah aku mencintaimu dengan sehebat ini.

Bisakah engkau memberiku waktu untuk melupakan semua tentang dirimu. Maka jangan pernah lagi muncul di hadapanku setelah semua perih yang telah engkau timbulkan.

Cinta mengajariku untuk belajar ikhlas. Mengajariku untuk menerima segala yang telah terjadi. Mengajari untuk merelakan kepergian orang yang paling kita cintai. Dan kini aku masih sendiri merenung di malam yang sepi.

Di sebuah beranda, akan tiba waktunya senja datang bersama dengan jingga meski hanya sementara. Dan akupun masih bertanya-tanya apakah sebenarnya yang aku rasakan ini, rindu atau apa.

Jangan pernah menoleh kembali kepada semua kenangan tentang kita berdua. Aku sudah tidak ingin lagi membuka luka lama yang telah lama ku tutup rapat. Walau terkadang, kenangan tentangmu tiba-tiba terbesit begitu saja di pikiranku. Namun, sungguh aku tak bisa kembali.

Jika aku boleh memilih, maka aku akan memilih tidak mengenalmu saja. Karena semua itu justru membuatku kini harus merasakan sakit yang tak berkesudahan. Engkau menggoreskan luka yang amat dalam di hati ini. Dan semua itu membuatku terlalu sulit untuk bisa bangkit kembali.

Jika saat ini engkau mencoba untuk peduli setelah mengabaikan selama sekian lama, yang engkau dapatkan tentu hanyalah penyesalan.

Kepergianmu telah menyisakan jutaan kepedihan mendalam dalam diri. Engkau menghilang tanpa kabar sejak pertemuan kita di malam itu. Aku benar-benar tak sanggup jika harus hidup tanpa bayang-bayangmu. Namun semua sudah terlanjur dan aku amat menderita karenanya.

Kita dapat berjumpa dan juga belajar bersama di dalam ruang maya.

Malam minggu, biarkanlah yang lain disibukkan oleh kesukaannya jalan-jala, saya cukup membuat kreasi bersama dengan sejuta kenangan dan mencoba melahirkan imajiasi. Sembari menikmati secangkir kopi yang tentu saja masih hangat supaya mendapatkan inspirasi.

Mencintai bukanlah jual beli yang harus ada tawar menawar di dalamnya. Namun, aku tak bisa memberimu waktu untuk berlama-lama lagi bersamaku karena engkau yang selalu menjadikan hubungan kita bak perdagangan.

Mentari pagi senantiasa hadir temani hariku. Namun semua tetap saja hampa tanpa kehadiranmu di sisiku. Semua terasa kelam walau sinar bintang tak henti menghibur kesedihanku atas engkau yang tinggalkan duniaku.

Merenungi kepergianmu sama saja dengan menyediakan suatu tempat untuk sebuah luka yang hendak berpesta dalam hati.

Pergilah kemana tempat yang kau suka. Aku tahu engkau juga perlu waktu untuk sendiri. Untuk menilai diri sendiri supaya tidak lagi salah dalam melangkah.

Saat apa yang menjadi harapanku telah engkau patahkan, saat itu juga aku menghancurkan kepercayaanku padamu. Mungkin orang yang patah hati bisa tumbuh kembali, namun yang sudah hancur tidak akan pernah lagi menjadi utuh.

Saat engkau memutuskan untuk pergi, cobalah untuk membuka kembali apa yang pernah kita janjikan dahulu. Engkau dan aku sama-sama tidak akan pernah meninggalkan satu sama lain dalam keadaan apapun.

Saat ini aku menyerah karena rasaku sudah terbuang dengan percuma. Hanya sia-siap harapanku untuk berjumpa denganmu. Ku pastikan langkahku berhenti sampai di sini. Tahukah engkau kenapa? Itu karena aku sangat sadar diri.

Sebelum kita berada pada titik yang disebut dengan cinta, kita sudah menjumpai yang namanya gradasi rasa. Karena itulah saat seseorang begitu mencintai, maka ia tidak akan mudah untuk melepaskan.

Sepagi sang embun yang menyapa mentari, sepagi itu pula rinduku menyapamu kembali.

Sudahlah, jangan pernah lagi memaksaku untuk dapat melupakanmu. Karena aku sampai detik ini masih mengingat semua tentangmu.

Sungguh, butuh banyak waktu untukku mengobati luka ini. Berbagai cara telah aku lakukan untuk menghilangkan semua kenangan kita. Namun, semakin aku mencoba melupakan, semakin itu mengingatkanku pada semua yang pernah ada di antara kita.

Kata-Kata Gagal Move On

Ada rindu yang tersisa saat aku menatap ke alam sana. Teringat akan dirimu yang tak kunjung tiba dan mustahil untuk tiba. Aku hanya harus menerima, semua bongkahan rasa yang telah sirna.

Ada yang membahas rindu, tidak pernah mengukur berapa jarak namun senantiasa memanjatkan doa agar bisa bertemu dan dalam diam Tuhan akan mencatat sebagai doa yang dikabulkan suatu hari nanti.

Aku akan mengubur luka ini dalam-dalam bersama dengan jutaan kenangan yang telah berlalu bersamanya. Semua hanya tinggal abu yang tak berarti. Justru akan menyayat duri jika semua diizinkan untuk kembali. Buang saja semua kenangan yang pernah ada di antara kita. Jangan biarkan hatimu kembali terluka hanya karena cinta.

Aku bukanlah siapa-siapa, hanya angin lewat yang kebetulan pernah mewarnai harimu. Dan kini engkau telah melukai semua mimpi dan khayalan kita berdua. Hanya rasa benci yang tersisa dalam diri. Karena engkau menjadikan semua yang aku impikan menjadi sebuah permainan.

Aku ibarat menanti senja yang berada di ujung petang. Dengan berdiam diri hanya memeluk bayangan. Petang pun mulai meremang namun senja yang kunanti tak juga datang.

Apakah menunggu itu bak mendaki gunung? Meski engkau tahu rasanya akan sangat lelah, terlebih bagian punggung dan juga kaki. Akan tetapi, saat engkau mencapai puncak, seketika rasa sakit tersebut akan hilang. Dan jika perlu engkau akan mendaki di medan yang lebih ekstrem lagi untuk mendapatkan puncak yang lebih indah.

Apakah perjuangan itu bak memasak nasi di atas kayu bakar? Engkau menunggu apinya supaya ia tak menjadi padam atau menjadi besar. Engkau selalu mengatur keadaannya agar nasinya tidak mentah atau menjadi gosong. Bahkan engkau juga meniupnya sampai wajahmu menjadi panas dan abunya pun mengenai matamu. Bahkan air matamu sampai-sampai keluar. Apa yang engkau pikirkan adalah bagaimana nasi itu bisa menjadi matang secara sempurna dan nantinya bisa dinikmati bersama. Itulah perjuangan yang sebenarnya. Apapun akan dilakukan agar semua menjadi indah pada waktunya.

Bagaimana engkau dihargai jika kau sendiri tak mau menghargai apa yang diupayakan orang lain.

Bukankan untuk dapat mencapai tujukan diperlukan kepastian? Tidak hanya menggantungkan di sebuah pengharapan.

Engkau sama sekali tidak perlu susah payah. Engkau adalah satu-satunya di mataku dan sejauh apapun aku terbang, aku akan tetap kembali kepadamu.

Harus ada jiwa yang tersakiti untuk menciptakan cinta yang abadi. Tidak semua sebagaimana yang diinginkan. Setiap manusia memiliki perbedaan dalam mencintai. Namun, satu prinsip mulia dalam mencintai adalah dengan tidak menyakiti yang lain.

Hati ini adalah daratan yang pernah kau singgahi. Saat di suatu hari engkau mencari tempat untuk berteduh, aku hadir untuk bisa menjadi tempatmu berlabuh. Namun tidak demikian denganmu yang memilih untuk pergi setelah semua ku berikan.

Jangan pernah mendekat jika tidak akan tekat dalam keseriusan menjalin suatu hubungan. Karena jika akhirnya kamu ternyata berpaling untuk ke sekian kalinya. Tentu akan ada hati yang nantinya terluka.

Jika aku ditanya tentang hal terberat dalam hidupku, itu adalah melupakanmu. Hati ini sudah terlanjur menaruh hati. Dan tidak bisa dipaksa tiba-tiba berhenti bak membalikkan telapak tangan.

Jika membawamu ke dalam duniaku hanya akan membawa luka, tentu aku tidak akan membuka pintu hati ini sejak awal. Namun, ternyata kenyataan bukanlah seperti yang aku bayangkan. Semua yang nampak indah ini sudah terasa kelam. Hanya tersisa remang-remang di ujung sana.

Ku ucapkan selamat pagi untukmu yang jauh dimata namun dekat di hati. Bayanganmu bak mentari hangat yang mencoba menyusup ke sanubari. Entahlah kekasih, aku telah menelanmu selama ribuan detik namun senyum manismu seperti candu yang menyiksaku dengan rasa rindu.

Masa laluku, aku bisa saja berbahagia di dalam keramaian. Aku juga mampu tersenyum dalam sepi. Namun dimana engkau sekarang? Ini tidak seperti biasanya.

Menunggu, seandainya itu adalah sebuah perlombaan aku memiliki hak untuk memperoleh banyak medali.

Pergilah, jika itu membuatmu menjadi lebih baik dan bahagia. Jangan pikirkan aku yang di sini terluka. Ku harap beberapa hari ke depan semua akan kembali membaik sebagaimana sedia kala. Dan engkau selalu bahagia dimanapun berada.

Saat aku memandang bintang, yang ku ingat adalah wajahmu seorang. Yang lamat-lamat menjauh dari hadapan. Ya, engkau telah pergi membawa sejuta mimpi tentang kita. Semoga engkau bahagia dan senantiasa baik-baik saja.

Sakit hati hanyalah satu ritme kehidupan yang harus dilalui. Yakinlah bahwa semua pasti berlalu, bagaikan badai yang lama-lama berlalu kembali seperti sedia kala. Jangan biarkan hatimu terdiam dan terluka terlalu lama.

Sebagaimana gelas ini, ia pernah menjadi benda yang amat indah sebelum akhirnya ia pecah. Dia juga pernah menjadi benda yang utuh sebelum akhirnya terjatuh. Seperti hati seseorang yang tengah kecewa, ia pernah bahagia sebelum akhirnya terluka.

Tidak mudah untuk mengubur berjuta kenangan yang telah ada dan terajut bersamamu. Dan hati ini hanya bisa mengeluh dalam sepi, bahwa sungguh tak mudah untuk melepaskanmu pergi ke hati yang lain.

Tags: #Kata Bijak #Move On

loading...